Sate Padang Pariaman

I am so craving for this food: sate padang! Yup, sate paling enak versi lidah saya adalah sate padang. Teringat masa kecil sampai dengan remaja tinggal di Tebet, malam hari sering lewat tukang sateeeeee padang. Kita sering beli, atau beli yang di depan pasar PSPT: sate padang goyang lidah.

Ketika kuliah pun, saya suka sekali dengan sate padang depan atm BNI pocin (atau yang lebih dikenal sate padang samping tong sampah *gaenak banget ya). Saat hamil Kaka di vila pertiwi, sate padang abang-abang yang lewat juga jadi kuliner yang dinanti. Ternyata hamil kali ini seleranya masih sama., bahkan lebih padang. Sekarang di Jepang, hanya fatamorgana jika ada abang-abang lewat sambil teriak: sateeeee padaaaang!

Akhirnya mengambil resep dari sajian sedap. Sate padang pariaman judulnya. Ada juga yang namanya sate padang aja, bedanya ada di kacang pada sausnya. Saya lebih suka yang ada sedikit kacangnya. Alhamdulillah semua bahan ada kecuali daun kunyit, diskip aja. Hasilnya maknyuuuuus, masyaAllah… Hanya saja yang difoto kurang kental,karena udah keburu ngecess bin laper, jadi ga sanggup lagi nunggu air susut setengahnya.

Sate Padang Pariaman yang masih kurang kental sudah dilahap

SATE PADANG PARIAMAN

Resep by Sajian Sedap

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

250 gram usus sapi, rebus, potong 3 cm (saya ganti hati sapi)

300 gram daging sandung lamur 

1.250 ml air 
2 lembar daun kunyit 
1 batang serai, ambil putihnya, memarkan
1 buah asam kandis 
40 gram tepung beras dan 50 ml air, larutkan untuk pengental
25 gram kacang tanah kupas, sangrai, cincang kasar 
2 sendok makan bawang goreng untuk taburan 
40 buah tusuk sate 

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah 
6 buah cabai merah besar 
5 buah cabai rawit merah 
1/2 sendok teh ketumbar 
1 sendok teh merica 
1 sendok teh jintan 
3 cm kunyit, dibakar 
2 buah kapulaga 
1 cm lengkuas 
1 sendok teh gula pasir 
2 1/2 sendok teh garam 

Pelengkap:
2 buah ketupat 

Cara membuat :

  1. Rebus daging sandung lamur dengan air sampai matang dan empuk. Angkat. Potong kotak 2×2 cm. Ukur kaldunya 1.000 ml.
  2. Rebus daging bersama usus, bumbu halus, daun kunyit, serai, dan asam kandis. Masak sampai kaldunya menjadi 500 ml dengan api kecil.
  3. Tusuk-tusuk daging, dan usus secara bergantian di tusuk sate. Bakar sampai harum.
  4. Rebus lagi sisa rebusan. Kentalkan dengan larutan tepung beras. Masak sampai meletup-letup. Tambahkan kacang tanah. Aduk rata. Angkat.
  5. Sajikan sate bersama kuah dan taburan bawang goreng.

 Untuk 40 tusuk (isi 5)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s