My prayer room; where I lay my prayer for Islam in Japan

Hidup di negara minoritas muslim memberikan tantangan sekaligus pengalaman spiritual tersendiri. Salah satu yang paling mudah terlihat adalah dimana kita sholat ketika berada di tempat umum, termasuk di kampus. Bisa dibilang, kampus saya masih sangat sedikit mahasiswa muslimnya. Tapi semakin kesini alhamdulillah semakin banyak. Sejak tahun lalu, kami mendapat sebuah sudut di belakang lift lt.3 untuk dijadikan prayer space. Alhamdulillah, bisa untuk sholat berjamaah sampai 3 shaf. Disahkannya prayer space ini tidak lepas dari bantuan Prof. Bart (profesor teman-teman arsitek) dalam sounding ke pihak kampus dan tentunya perjuangan teman-teman lt.3-north (saya lt.4-south sendirian). Sebelumnya, teman-teman saya itu sholat di balik meja masing-masing. Atau terkadang mereka berjamaah di belakang lift tanpa izin. Syukurnya memang space itu jarang dilewati orang, sehingga sangat cocok untuk ibadah.

Bagaimana dengan saya? InsyaAllah kalau ada panggilan berjamaah selagi memungkinkan saya ikut. Kalau sholat sendiri, sejak awal kedatangan saya di lab, sensei sudah mengenalkan saya dengan studio kecil di lab yang bisa dijadikan prayer room. Ketika itu saya cukup surprised karena beliau langsung menyampaikan kepada saya sebelum saya sendiri yang menanyakan. Ternyata sensei sudah tahu Islam dan kewajiban sholat karena pernah kedatangan mahasiswa exchange dari Pakistan. Padahal sudah siap sih kalau memang tidak ada space dan mesti di balik meja seperti teman-teman saya itu. Alhamdulillah…kondisi ini jauh lebih baik daripada teman-teman yang lain, bahkan di Waseda (kampus tetangga, kampus suami saya), mereka sholat di kolong tangga.

mushola1.jpg

Pintu di sudut lab yag ditunjuk sensei menjadi prayer room saya

mushola3.jpg

Di dalam audio studio a.k.a mushola, bisa untuk jamaah 2 orang

Entah kenapa saya seperti punya ikatan hati dengan ruangan ini (tsaaah..). Sholat disana sangat kondusif, walaupun dikelilingi benda-benda yang bisa untuk akustikan, tapi kondusif sekali untuk kekhusyuan. Mungkin karena sempit dan kedap suara, sehingga sangat hening dan membantu meraih kekhusyuan. Dan entah kenapa sholat disini seperti mengingatkan saya berdoa untuk Jepang, untuk keharuman Islam di negeri ini, dan untuk sensei dan teman-teman saya agar segera meraih hidayah ber-Islam. Rasanya hanya itu hal terbesar yang bisa saya berikan sebagai rasa terima kasih saya kepada negeri ini. Negeri yang sangat asing berkumandang azan, sangat jarang diperdengarkan ayat-ayat Allah, namun masih luas untuk sujud-sujud kaum muslimin di atasnya… Semoga negeri ini dapat merasakan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s