Ketika BB berhasil naik, tapi..

Iya, akhirnya saya berhasil kembali ke BB masa kejayaan, yeay alhamdulillah.. (penting banget sampe dimasukin blog, hoho). Bayangin, setelah hampir 5 tahun, akhirnyaaa bisa naikin 6-7kg… Walaupun belum persis sih, masih beberapa ratus gram lagi lah (edisi presisi😁). Gimana caranya? Pake strategi apa?

Entahlah, saya juga kurang yakin strategi yang mana. Yang jelas ini terjadi 6 bulan belakangan dan perlahan, terutama sejak saya langganan Awhi bento di kampus, atau makan siang di kantin, intinya, kalau makanan masakan orang lain itu lebih lahap! Kenapa yaa.. Ditambah lagi porsinya yang merupakan porsi maksimal saya, jadi mau ga mau mesti saya habisin (kan sayang sudah dibeli). Nah sedangkan kalau saya bawa bento sendiri, seperti semester awal, saya bisa ngatur sendiri porsi yang saya mau, yang mana biasanya lebih sedikit dari itu.

Lalu kenaikan yang signifikan makin terasa di 1-2 bulan belakangan, setelah dilanjut pulang kampung desember-januari kemarin, hampir 3 minggu wisata kuliner di negeri tercinta, serta makan masakan mamah dan bumer tersayang. Surga banget yaa.. bisa makan bakso titoti, mie yamin, bebek penyet, sate padang, martabak, lontong sayur.. Aah jadi kangen..

Mungkin juga, ini terjadi karena Kaka sudah besar, sudah 3 tahun ke atas, yang pasti sudah stop menyusui dan fase-fase yang cukup menguras energi dan emosi (yesss, fase toilet training pun sudah lewat). Walaupun sekarang aktivitas fisiknya masih super sih, tapi lebih banyak melibatkan ayah atau sekolah, sedangkan saya lebih suka memantau kalau untuk aktivitas fisik, dimana gerakannya sekarang sudah lebih sempurna dan lebih mawas bahaya. Kalau di rumah, dia jumpalitan sendiri juga sudah lebih save. InsyaAllah..

Tapiii.. nah ini tapi-nya.. sepertinya penyebaran masa tidak merata, haduuuh… problem emak emak banget yaa.. Kebanyakan terkonsentrasi di lower body, yup, terutama perut. Ini pipi belum balik, masih keliatan tirus. Jari jari pun masih terlihat kurus. Mengapa oh mengapa.. Sampai-sampai Kaka, anakku tercinta ini, menghasilkan gambar tangan yang katanya ‘ini bunda..  lagi gendut.. ini kepalanya, ini tangannya, ini kakinya, ini perutnya, gendut!’. Aiiiih makasi sayang, bunda sampe terharu.. terharu nya agak ambigu sih.. Kok gambarnya kayak ibu hamil gini, ga segitunya kali Ka, hahaha.. (tertawa miris)

image

 

Yaa, walaupun ini sentilan berhikmah sih buat saya, iyaaa hikmahnya mesti rajin olahraga, ngecilin perut.. Nggak ding, mestinya biar sehat dan balance. Alamak udah 5 tahun nikah masih aja belum ketuleran hobi olahraga si suam(i). Okelah, pelan-pelan ya Nak ajak bunda olahraganya.. kita kan udah mulai dengan leg magic, hihihi.. Yosh, gambaro!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s