Carrot Apple Cake

Hari ini niat baking cake lagi untuk bentou Kaka. Kali ini, bunda mau yang lebih bergizi dengan menyisipkan sayuran di dalamnya. Selain vegie brownies, carrot cake bisa jadi salah satu pilihan. pas banget, beberapa saat lalu sempat ada yang share resep carrot cake dengan campuran apel dan bubuk spekoek ataupun kayumanis. Ahaaa, kayaknya ini bakal jadi cake yang enak, ngebayangin bunda yang ga suka jus wortel ini jadi suka kalau wortelnya dicampur apel. Langsung lah dieksekusi. Proses pembuatannya terbilang simple, ga butuh mixer, karena bahan basah cukup dimix dengan blender. Prinsipnya seperti bikin muffin, bahan basah diaduk ke bahan kering. Bubuk kayumanis ataupun spekoek bisa ditambahkan bagi yang suka aroma spices. Untuk apel, setelah dipotong-potong, bisa juga ditambahkan perasan air jeruk lemon untuk mencegah kecoklatan.

Untuk topping atau glaze/glazure-nya, bisa pilih yang mana saja yang bisa ‘kawin’ dengan cita rasa kue ini. Glaze coklat katanya bisa menutupi rasa asli cake itu sendiri. Tapi karena lagi pengen coklat, sudahlah bunda pilih juga glaze coklat. Tidak perlu coklat batangan, cukup coklat bubuk yang sering tersimpan lama di lemari bahan kue ini (jarang bikin kue coklat soalnya…). Pilihan lain bisa lemon glazing campuran dari air lemon dan gula bubuk. Warnanya putih mungkin akan lebih matching dengan warna kue ini yang kekuningan. Selain itu, rasa lemon sepertinya lebih cocok dengan wortel dan apel. Lebih simple lagi, toppingnya cukup berupa taburan gula donat. Glaze coklat ini rasanya menambah cita rasa kue ini, alhamdulillah, ayah di mobil pas jemput bunda langsung bilang kuenya enak bunda, ayah langsung abisin tadi yang ada di bentou (biasanya dijatah untuk snack pagi dan sore, udah kayak Kaka aja yaa di hoikuen, hehe).

image

Carrot apple cake with choco glaze

Carrot Apple Cake

Bahan basah:
1 buah wortel, potong 6-8 (sebesar wortel import kalau di Idonesia)
1 buah apel, kupas, potong-potong (sebesar apel fuji, bisa juga diganti wortel)
2 butir telur
1/2 cup minyak goreng
*1/4 sdt bubuk spekoek atau kayumanis bubuk (optional)

Bahan kering:
2/3 cup terigu
2/3 cup gula pasir (sesuai selera, saya suka yang ga terlalu manis)
1 sdm baking powder

Bahan glazing/topping:
30 gr mentega tawar
2-3 sdm susu cair tawar (karena lagi kosong, saya pakai susu kambing)
1/2 cup gula halus (powder sugar kalau disini namanya)
1/2 cup cocoa powder (saya merk morinaga, atau van houten)

Cara:
1. Blender semua bahan basah sampai halus (saya 5 menit sudah halus).
2. Sambil nunggu blender, ayak bahan kering dalam satu wadah.
3. Tuang adonan basah ke adonan kering, aduk rata secukupnya (1 menit saja, kelamaan bisa bantet)
4. Tuang adonan ke dalam loyang, panggang di oven yang sudah dipanaskan di suhu 170-180 (tergantung oven masing-masing, sepertinya bisa pakai hepikol), panggang selama 30-40 menit (tes tusuk, jika masih ada yang nempel di tusuk gigi, artinya belum matang).
5. Untuk glazing, panaskan mentega, tambah susu dan bahan lain, aduk sampai mendidih, matikan. Tuang topping ke atas cake. Tunggu agak mengeras, siap disantap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s