Donat Empuk Maizena

Donat itu makanan langka yang bisa kita makan di Jepang. Ada sih yang insyaAllah semua bahannya non hewani (kecuali telur dan susu yaa), tapi harganya 100-an yen. Yaa kalau dirupiahkan belasan ribu deh. Mahal kan yaa.. Ukurannya juga kecil. Berhubung kami bertiga pecinta donat, maka donat jadi salah satu kudapan (berat) favorit. Biar hemat, buat sendiri akan jauh lebih baik tentunya. Apalagi dengan setengah kg terigu, bisa jadi 20-30an donat (mabok ga tuh, hehe). Selain hemat, Kaka juga suka banget ikut bantu (main) dalam proses pembuatannya. Pokoknya setiap ada dough, dia suka banget. Hobinya bagian nuangin bahan, memantau proses mengulen, menggiling adonan, dan tentunya mencetaknya. Kadang dia belum puas, saya sisihkan aja sedikit adonan untuk dia berkreasi dengan berbagai pewarna dan cetakan.

image

Proses pembuatan donat dan hasilnya

Resep donat itu banyak banget yang berseliweran di internet. Katanya sih yang pake metode tang zhong itu hasilnya paling lembut. Berhubung males bikin adonan biangnya, saya coba resep lain yang pernah didapat dari grup masak di fb. Katanya yang ngeshare sih, ini donat terempuk dari yang pernah dia bikin dari sekian banyak resep. Empuknya ini sepertinya dari penambahan maizena di adonannya. Karena tergoda dengan kesimpelan prosesnya, bahannya dan hasil yang menjanjikan, saya cobalah yaa ini resep. Ternyata hasilnya memang empuk dan buat saya paling penting ga lengket dan gampang dibentuk. Ini dia resepnya.

Donut Maizena
(Resep asli dari Yunda Yun)

Bahan:
1 sachet ragi instant(saya pakai fermipan)
200 ml air
500 gr terigu protein tinggi (yang biasa juga bisa)
5 sdm maizena
5 sdm susu bubuk
5 sdm gula pasir
2 butir telur
75 gr mentega

Cara:
1. Campur ragi dgn air, aduk rata diamkan 5 menit (tes raginya masih aktif jika berbusa)
2. Campur semua bahan kecuali mentega. Kemudian tuang larutan ragi, aduk rata.
3. Masukan mentega, uleni sampai benar2 kalis (saya pakai breadmaker)

Tips: Kalau adonan lengket di tangan, tambah terigu perlahan-lahan secukupnya.

4. Diamkan 30 menit. Lalu kempiskan adonan, cetak dan diamkan 20 menit lagi.
5. Goreng satu per satu dengan api kecil.

Tips:
1. Kalau mau muncul cincin putih pada donut, gunakan minyak setinggi 1/2 tinggi donut, dan hanya membalik donut sekali saja. Itu gambar saya, minyaknya kurang tinggi (goreng tahap akhir) jadi cincinnya terlalu lebar.
2. Gunakan api kecil. Jangan ditinggal saat menggorengnya. Bisa diputar2 dengan sumpit di bagiannya lubangnya agar bentuk lingkaran lebih rapi.
3. Tambahkan 1 sendok butter ke dalam minyak goreng agar hasilnya lebih wangi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s