Kue Talam Kabocha Kurma

image

Ada satu hidangan yang membuat memori ini bernostalgia pada suatu rasa di masa kecil dulu. Hidangan ini saya temui kembali ketika Ramadhan tahun lalu. Saat itu teman-teman Tobata mengundang berbuka puasa bersama. Awalnya saya hanya mencoba, tetapi ketika lidah ini mulai mengecap, ingatan saya seperti melompat dengan cepat ke masa kanak-kanak dulu. Ah ini mirip sekali dengan camilan yang suka Mamah buat dulu.

Mashed labu kuning yang dibuat dari kabocha dengan lapisan putih di atasnya, dengan rasa manis gurih. Disajikan disebuah wadah persegi panjang dari alumunium foil, tampaknya seperti di panggang. Berhasil memancing memori lama, kue ini membuat saya mencari tahu siapa yang buat untuk menanyakan nama kue dan resepnya. Ternyata yang membuat adalah istri mahasiswa dari salah satu negara di jazirah Arab. Namun rasa penasaran belum terpecahkan disana, karena kendala bahasa.

Sesampai di rumah, langsung browsing dengan beberapa keyword yang dicoba-coba, tapi belum ketemu juga. Sampai sekarang. Mamah juga sudah lupa dengan kue ini, karena memang sudah lama sekali, mungkin terakhir tahun 90-an, which is 20-an tahun yang lalu. Yang paling mendekati itu adalah resep kue talam. Tapi, kue talam kuning-putih yang biasa dijual di Indonesia sebagai jajanan pasar/kue basah/kue tradisional itu, rasanya masih beda dengan memori saya ini. Tekstur kue talam terlalu halus, homogen, dan terlalu kenyal. Rasanya pun masih ada yang beda. Cita rasa labu kuning, manis dan gurihnya tidak sekuat kue ini.

Akhirnya saya coba buat dengan mengira-ngira perlakuan yang lebih tepat dari resep kue talam. Salah satunya, dituang dalam satu wadah besar, kemudian disajikan dengan dipotong-dipotong, lebih tepatnya disendoki, mengingat strukturnya yang tidak se-compact kue talam yang dibuat dengan cetakannya yang kecil-kecil itu. Modifikasi lainnya, saya tambahkan potongan daging kurma pada lapisan putihnya.

Well, ini resepnya, masih pakai nama kue talam, karena masih belum tahu juga apa namanya… Kalau ada yang tahu, tolong kasih tahu saya yaa ūüėČ
Oya, saya juga memilih dikukus karena sudah lama tidak pakai kukusan lagi untuk bikin kue. Lain kali ingin coba yang dipanggang.

image

Kue Talam Kabocha Kurma
(adaptasi resep Sajian Sedap)

Bahan kuning:
80 ml santan cair +sedikit garam (1/8 sdt)
100 gr kabocha, kukus, haluskan
50 gr tepung sagu
15 gr tepung beras
50 gr gula pasir

Bahan putih:
100 ml santan cair +sedikit garam (1/8 sdt)
15 gr tepung beras
20 ml air panas
15 gr tepung sagu
Sedikit daging kurma(sesuai selera), sobek kasar

Cara:
Bahan kuning: rebus santan dan garam sambil diaduk hingga mendidih.
Campur labu kuning, tepung sagu, tepung beras, dan gula. Tuang rebusan santan sambil diaduk rata.
Tuang dalam cetakan besar hingga 3/4 penuh. Kukus diatas api sedang 10-15 menit.

Bahan putih: rebus santan dan garam sambil diaduk hingga mendidih.
Larutkan tepung beras dengan air panas. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata.  Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
Tuang diatas bahan kuning. Tabur kurma. Kukus kembali 10-15 menit sampai matang.

Lepaskan dari cetakan setelah dingin sempurna. Dimakan hangat juga enak. Agar mendapat tekstur sesuai memori saya, semua proses dibuat kasar, terutama ketika menghaluskan kabocha jangan terlalu halus. Setidaknya, mengobati kerinduan akan masakan Mamah dahulu kala :).

Iklan

2 thoughts on “Kue Talam Kabocha Kurma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s