Winter Holiday 2015: Hiroshima-Miyajima

image

Keluarga besar PPI Kitakyushu di Miyajima Island

Keluarga besar PPI Kitakyushu mengadakan liburan musim dingin di Hiroshima dan Miyajima pada tanggal 10 Januari 2015. Bu Beta sebagai Bu RT kita telah berbaik hati mengurus semua: sewa bus dan kapal feri. Untuk perjalanan lintas pulau dengan bus berkapasitas 45 seat,  iuran 4700 yen/seat dirasa sangat nyaman di kantong. Harga ini juga menarik mahasiswa asing dari negara lain untuk ikut serta, bahkan staff office kampus.

Karena liburan ini diharapkan low cost dan supaya bisa enjoy tanpa mikirin masak untuk partai besar, jadi urusan konsumsi tanggung jawab masing-masing peserta. Sehingga untuk acara kali ini, ibu-ibu PKK Kitakyushu bebas dari tugas catering, hanya perlu siapkan bento untuk keluarganya untuk 3x makan. Bunda menyiapkan bento pada malam sebelumnya, namun karena Kaka baru tidur jam 10, jadi bunda baru bisa masak jam10 dan berakhir jam00.30. Lama juga ya, padahal sengaja memilih risotto dan lasagna untuk bekal selain simpel dibawa, simpel juga masaknya. Ternyata waktu manggang 20 menit yang lumayan sita waktu. Semua ada 9 cup besar, sekali panggang maksimal 3 cup. Jadi 3x panggang alias 1 jam. Padahal besok paginya harus sudah sampai Kaikan sebelum jam 6. Alamat kurang tidur.

Alhamdulillah kami tidak terlambat bangun dan tidak terlambat datang. Bus pun berangkat on schedule. Setelah jemput teman-teman Tobata, bus pun meluncur ke Hiroshima melewati jembatan seberang pulau. Tidak lama sampai di Pulau Kyushu, kami mampir di rest area (daerah shimonoseki kalau tidak salah). Disini kami semoat foto foto walau ternyata lokasi kami berdiri dilarang dimasuki, haha, maklum buta huruf. Bus berangkat lagi, terasa rute yang dilalui menanjak. Megahira resort and ski tempat tujuan kita ini memang berada di pegunungan. Sebelum sampai, kami mampir lagi di rest area. Uniknya sewa bus di Jepang, mereka menperhatikan waktu waktu transit untuk sekedar buang air. Dan lokasinya selalu nyaman. Rest area kali ini sudah bersalju. Beberapa keluarga sempat berfoto, sebelum akhirnya berangkat kembali. Akhirnya bus kami sampai di Megahira jam 10 pagi sesuai rencana. Untuk perjalanan sejauh itu, terbilang cepat, karena hanya perlu 3 jam 45 menit, termasuk jemput orang Tobata (pake acara salah masuk) dan istirahat di rest area 2x.

Tiket masuk Megahira hanya 500 yen untuk dewasa. Karena Kaka masih di bawah umur, jadi gratis. Senangnya bisa melihat salju tebal. Sayangnya, awalnya agak bete karena sarung tangan salju Kaka hilang. Sepertinya jatuh dari seat, lalu terbawa orang orang yang turun dari bus. Bu Jam bilang lihat sarung tangan hitam seperti punya Kaka di jalan turun dari bus menuju loket. Tapi sudah ditelusuri lagi ga ketemu. Mau beli di toko souvenir, mahalnya, 2000 yen! Padahal itu Kaka beli hanya 798 di Mr.Max. Yasuda deh, akhirnya Kaka pakai sarung tangan wool biasa, syukurnya bawa 2 pasang, jadi bisa 4x ganti kalau sarung tangannya nanti basah kena salju.

Kami langsung mencari lokasi seluncuran untuk bermain sori. Ternyata paling ujung, setelah melewati 2 area ski lengkap dengan elevatornya. Sayangnya, kita ga kepikiran beli sori, jadi kita sewa disana seharga 500 yen untuk ukuran apa saja dan untuk bermain sepuasnya. Kaka pernah main sori saat musim semi di takatoyama. Waktui itu Kaka belum bisa sendiri, dibonceng Kak Liha dan Kak Adya. Sekarang Kaka sudah bisa sendiri lho. Jadi pemain sori termuda saat itu, usia 2y5m, hehehe. Awalnya masih ditemani Ayah, tapi setelah bisa sendiri malah ketagihan, Ayah Bunda ga boleh ikutan. Haha lucu banget. Apalagi Kaka sempat nyungsrep lewati pembatas, tapi ga trauma juga dia. Alhamdulillah, family time yang menyenangkan hari itu.

Jam 2 kami sudah di bus dan siap berangkat ke Miyajima. Miyajima adalah pulau kecil yang terkenal dengan Shrine tengah laut dan oleh oleh momiji cake (kue bentuk daun mapple dengan berbagai isian). Menuju Miyajima, kami naik kapal feri dengan tiket seharga 300 yen untuk dewasa dan 140 yen untuk anak. Sampai disana, kami disambut rusa rusa liar di sepanjang jalan. Rusanya agresif mencari makanan dari pengunjung. Memang ada tulisannya, jaga jarak jangan terlalu dekat dengan rusa. Yaa tapi anak anak Indonesia mah berani aja.. udah biasa kasih makan kambing kali yaa, hahaha..

Miyajima tempat yang cukup eksotik. Kita berjalan sepanjang jalan di pinggir pantai hingga sampai di lokasi shrine. Disana kita banyak berfoto dan ngobrol santai. Sayangnya, posisi matahari pas di pantai, jadi hasil foto ga maksimal, sering backlight. Pulangnya kami mampir beli momiji cake di toko souvenir dan beli tako (gurita) panggang sambil menunggu jadwal feri terakhir berangkat.

Alhamdulillah, akhirnya kami sampai Kaikan kembali jam 10 malam. Kaka sudah tidur, sudah makan, sudah lelah. Semoga perjalanan ini menbentukmu menjadi pribadi yang lebih berani, kuat dan bersahabat, serta yang terpenting selalu bersyukur kepada Allah dan bertafakur. Well, inilah momen momen yang sempat kami abadikan dengan kamera. Ga banyak, karena kami lebih fokus menikmati daripada merekam lewat kamera, hehe ngelesnya elegan kan..😆

image

Liburan musim dingin kami tahun ini

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s