My First Melon Pan

image

Yuhuuuu… sudah lamaaaaa buangettt ga ngeblog…

Terakhir masih di Ina, sekarang sudah hampir 1 tahun tinggal di Jepang..

Sekalinya ngeblog, langsung setor resep oke nih… Ceritanya… si bunda selama di Jepang sebelum aktif di lab, jadi rajin eksperimen di dapur.. Padahal mah sebelumnya, sebulan sekali ngebaking juga udah alhamdulillah XD… Setelah merasakan pahit getir dunia perdapuran (tsaah belum juga setahun), si bunda menemukan passionnya (tsaah lagi… ^_^) lebih ke baking daripada cooking. Yup, katanya sih baking = engineer, cooking = arts, nah pas banget kan si bunda emang lebih dominan otak engineernya daripada artsnya, hohoho…

Well, postingan pertama bunda mulai dengan snack Kaka hari ini. Oya sebelumnya bunda ceritain dulu nih tentang maksud snack Kaka hari ini, itu berarti menu snack yang dirancang dari Hoikuen (Nursery School) Kaka, yang di awal bulan dikasih schedulenya untuk sebulan ke depan. Sebenarnya disediain di sekolah snack dan mealsnya, namun karena rawan mengandung shortening, emulsifier (nyuukazai), dan bahan-bahan dari hewani, khawatir tidak halal. Jadi setiap hari bunda bawakan snack dan meals sendiri dari rumah. Untuk snack kadang beli juga sih yang insyaAllah halal, tergantung sikon deh..

Yup hari ini (kemarin sih sebenarnya) menunya melon pan. Apasih melon pan? Itu lho roti manis yang bentuknya bulat, di atasnya ada topping butter seperti rotiboy (tapi plain), dan dibentuk garis-garis seperti permukaannya kulit melon, lalu ditaburi gula pasir di atasnya. Melon pan ini juga salah satu karakter protagonis di kartun Anpanman lho, Kaka makin tertarik deh..

Yuk langsung tengok resepnya

Melon Pan

Bahan (untuk 12 Melon Pan/ 1 loaf breadmaker)

Adonan roti:

1/2 cup + 1 Tbsp. (134mL) susu tawar cair

1 telur, kocok

2-1/3 cups (299g) tepung protein tinggi (saya pakai yang all purpose flour juga bisa)

2 Tbsp. (23g) gula

1/2 tsp. (2.8g) garam

1 Tbsp. (14g) butter

1 tsp. (2.8g) active dry yeast

Adonan topping:

1-1/2 cups (195g) all purpose flour

1/2 tsp. (1.8g) baking powder

1/3 cup (76g) butter

1/3 cup (66g) gula, haluskan

1 butir telur, kocok, suhu ruang

1 tsp. (4g) vanilla extract

Taburan:

Gula pasir, secukupnya

Cara
Untuk adonan roti, semua dimasukan satu per satu sesuai urutan ke dalam breadmaker, pilih menu dough (punya saya selama 1 jam 30 menit). Adonan akan mengembang maksimal hingga batas breadmaker. Sambil menunggu, buat adonan topping dengan mengocok butter hingga soft, kemudian kocok dengan gula, hingga halus, kemudian telur, vanilla extract, tepung dan baking powder. Gulung dan bungkus dengan plastic wrap (seperti bentuk lontong), masukan ke dalam kulkas selama 20 menit. Ketika siap, dipotong-potong, lalu giling/pipihkan dan letakan di atas adonan roti yang sudah dibagi bulat-bulat. Bentuk garis-garis kotak-kotak, tabur gula pasir, panggang 170 derajat celcius selama 13 menit. Ketika sudah dingin, simpan di wadah kedap. Selamat mencoba!

NB: dari adonan ini, bunda juga variasikan ke dalam bentuk roti manis yang lain. Untuk topping bisa dimodif dengan menambahkan chocochip, matcha powder, atau perisa lainnya.

image

Dough dibentuk menjadi aneka roti manis

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s