Perkembangan Psikososial Anak: DOs & DON’Ts (copaste dari RFC)

Teori perkembangan psikososial diajukan oleh Erik H. Erikson, salah seorang pelopor psikologi perkembangan. Ini memang teori ‘tua’, tapi dari berbagai kasus yang saya tangani, relevansinya masih cukup tinggi. Dalam setiap tahap perkembangan anak (kita batasi hingga usia 18 tahun), ada kejadian-kejadian penting yang perlu kita sikapi sesuai dengan dinamikanya masing-masing. Sebagai orang tua, hendaknya kita meminimalisasi kemungkinan ‘salah langkah’. Berikut adalah tahap-tahap perkembangan psikososial beserta panduan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengoptimalkannya (DOs) dan yang perlu dihindari (DON’Ts).

Trust vs Mistrust (0-18 bulan)
Anak belajar mengenali orang-orang di sekitarnya dan mulai membangun kelekatan. Dalam periode ini, pengalaman proses feeding menjadi sangat penting.
DO: Bersikap responsif, menunjukkan penerimaan yg tulus, dan konsisten membangun kedekatan. >> Membantu anak utk mempunyai kepercayaan trhadap orang lain
DON’T: Inkonsistensi dan penolakan oleh orang tua/pengasuh. >> Menimbulkan rasa ‘insecure’ (merasa tidak aman) pada anak, anak jadi cemas, sulit adaptasi, dan sangat rewel

Autonomy vs Shame (18-36 bulan)
Anak belajar mandiri karena kontrol atas aktivitas tubuhnya telah ia kuasai (sudah bisa berjalan, lari, bicara, dsb.). Toilet training menjadi titik kritis fase ini.
DO: Mendukung kemandirian dan awasi aktivitasnya agar anak pun tetap merasa didampingi. Apresiasi pilihan-pilihannya. >> Membentuk kepercayaan diri
DON’T: Bersikap overprotektif dan banyak melarang. >> Anak menjadi peragu, self-limiting (membatasi diri), dan tidak percaya diri

Initiative vs Guilt (3-6 tahun)
Anak belajar ‘mengatur’, meng-organize, dan memegang kendali atas hal-hal di sekitarnya. Ini adalah masa-masa eksplorasi bagi anak.
DO: Mendukung kemandirian anak untuk membuat keputusan, menentukan pilihan, mengajukan ide/pendapat, dan mengambil tindakan untuk mengatasi masalahnya sendiri. >> Memupuk asertivitas dan kepemimpinan
DON’T: Membatasi pilihan-pilihan anak, atau sebaliknya, terlalu memaksa anak untuk mengekspresikan sesuatu atau mengambi tindakan yang diluar kehendaknya, terlalu banyak mengkritik. >> Menumbuhkan sifat mudah merasa bersalah, peragu, dan kurang berinisiatif

Industry vs Inferiority (6-12 tahun)
Anak belajar membangun kebanggaan atas dirinya sendiri. Pengalaman bersekolah akan mengisi sebagian besar waktunya.
DO: Mengapresiasi pencapaian anak dan mendorong anak untuk belajar hal-hal baru. >> Memupuk keyakinan diri, terutama keyakinan untuk berprestasi, karena ia merasa mampu dan kompeten.
DON’T: Banyak mengkritik, banyak membandingkan anak dengan anak lainnya, kurang me-reward ataupun memberi pengakuan atas pencapaian anak. >> Membuat anak merasa ‘kurang’ dari orang-orang lain dan anak pun tidak termotivasi untuk mencapai target (karena merasa tidak mampu mencapainya)

Identity vs Confusion (12-18 tahun)
Anak belajar untuk membangun image dan identitasnya sendiri di tengah lingkungan sosial, bergabung dalam peergroup, dan mulai merencanakan masa depannya. Pengalaman relasi sosial mewarnai dinamikanya pada fase ini.
DO: Mendukung dan mengarahkan minatnya, memantau peergroup/kelompok sepergaulannya (tapi bukan mengekang), diskusi tentang nilai2 yg ia yakini >> Membentuk karakter yg matang
DON’T: Memaksakan minat tertentu, kurang mengapresiasi keunikan anak, membatasi pergaulannya dengan sangat ketat >> Kebingungan identitas, perilaku konformitas yang yang tidak sehat (suka ikut-ikutan), kekakuan dalam hubungan sosial

Menjadi orang tua adalah proses belajar, dan mempelajari setiap tahap perkembangan anak akan membantu kita untuk lebih mengenali & memahami dinamika perilakunya. Semoga mudah dipahami… 🙂

————–

By:
Widya S. Sari, M.Psi
RSUP Fatmawati
Jakarta Selatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s