Chocolate Chip Cookies

sumber: NCC

125 g Unsalted Butter,potong dan lembutkan.
150 g. Brown sugar.
1sdt Vanilla extract
1 telur.kocok ringan.
1 sdm susu cair.
200 g tepung terigu.
1 sdt Baking Powder.
250 g plain dark chocolate chip.

tepung dan BP diayak sisihkan,
mixer butter dan gula sekitar 5 menit,masukkan Vanilla lalu telur kemudian susu.stop mixer lalu campur tepung ke adonan secara perlahan lahan.
siapkan loyang sendok adonan lalu tekan dgn jari ato garpu hias dgn coklat.jk suka coklat bisa dimasukkan ke adonan.
panggang di oven yg sdh panas dgn suhu 180 derajat selama 13 menit- 15 menit.setelah selesai dinginkan.baru simpan di jar ato kaleng tertutup.

Iklan

Resep cemilan untuk minggu ini:)

dari NCC

PIE JERUK

Bahan yang dibutuhkan ::

untuk bahan kulit nya:

bahan kulit (crust) ::

300 gr margarin /butter, 2sdm gulahalus ,

3 kuning telur ,

500 gr tepung terigu protein sedang

cara membuat kulit nya  ::

bahan semua dicampur jadi satu gunakan  sendok kayu hingga berbutir butir dan tercampur rata , pindahkan dan bulatkan hingga bisa dipulung , cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles tipis dengan margarin sisihkan.

untuk bahan isian nya ::

bahan yang dibutuhkan :

300 ml susu kental manis (kurang lebih 1 kaleng),

400 ml air juice jeruk (dari 5 buah jeruk) atau bisa gunakan 400 ml air dengan 2 bungkus minuman serbuk rasa jeruk (misalka nutrsari)

8 kuning telur kocok lepas,

30 gr tepung maizena,

1 – 2 sdt vanilli

pelengkap::

2 buah jeruk kupas dan kuliti  sisihkan

cara membuat bahan isiannya :

campur semua lalu saring

tuang adonan filling ke adonan pie yang sudah dicetak letakkan tiap pie diatasnya jeruk yang sudah dikuliti kemudian  panggang kedalam oven (kurang lebih 160 derajat selama 45 atau tergantung oven masing masing .., kalau saya menggunakan HC . jdi  saya panggang dalam HC  menggunakan api kecilllllllllllllll sekali ,, super duper kecil pokok nya  sekitar 30 menit an  jika sudah matang diamkan setengah jam dulu mbak biar kulitnya gak rapuh baru dikeluarkan , dinginkan simpan di kulkas agar lebih enak…

 

Brownies Kukus Mekar
By  : Rita Candrasari
Source  :  Ayay

Bahan A  :
200 ml susu cair
100 gr Coklat Blok

Bahan B  :
1 butir telur
150 gr gula pasir
1/2 sendok teh soda kue
1/4 sendok teh Baking Powder Doble Acting

Bahan C  :
225 gr tepung terigu protein rendah
25 gr coklat bubuk

Bahan D  :
125 ml minyak goreng

Cara membuat  :

  1.  Siapkan tempat pengukusan dan panaskan.
  2. Masak susu cair hingga panas lalu tuangkan coklat blok, aduk hingga coklat blok meleleh, sisihkan.
  3. Campur semua bahan B lalu mixer hingga mengembang
  4. Masukkan bahan A dan C berselang seling sambil terus di mixer speed rendah
  5. Masukkan bahan D, aduk hingga benar – benar rata
  6. Tuang ke dalam cup yang telah dialasi apercup, kukus hingga matang kurang lebih 20 menit.

 

Honey Glazed Upside Down Apple Cake in Rice Cooker
Author: Daily Cooking Quest
Prep time:  30 mins
Cook time:  1 hour
Total time:  1 hour 30 mins
Serves: 8
Ingredients
Apple slices and juice
  • 1 apple (I used a Fuji apple)
  • 1 cinnamon stick
  • 2 tablespoon honey
Wet ingredients
  • 4 eggs, separate the whites from the yolks
  • ¼ cup sugar
  • 50 gram butter, melted
  • ¼ cup milk
  • 1 teaspoon vanilla essence
Dry ingredients
  • 1 cup all purpose flour, sifted
  • 1 teaspoon baking powder
  • ⅛ teaspoon salt
Tools
  • 1 whisk
  • 1 rice cooker (mine is a basic 10 cup capacity rice cooker with teflon coating pot)
Instructions
  1. Peel and core the apple, cut into 16 sections. Place the apple, cinnamon stick, and honey on a pan and cook on low heat until bubbles. Once apple is softer but stiff firm, turn off the heat and set aside so the apples have some time to soak up in the yummy juice while you continue with your cake preparation.
  2. In a mixing bowl, whisk egg whites until medium peak while adding the sugar in batches, I usually do this in three batches.
  3. Then add the egg yolks, melted butter, milk, and vanilla essence into the egg whites. Mixing completely one by one before adding the next ingredient.
  4. Lastly, fold the dry ingredients with the wet ingredients with a spatula. Do not overdo this part or all that effort to aerate the egg whites will be wasted, just make sure that everything is well combined.
  5. Place the apple sections in the bottom of your rice cooker pot, and reserve the cooking liquid to glace the cake. Pour the batter into the pot to completely cover the apples.
  6. Place the rice cooker pot into the rice cooker and press the “cook” button. Once it turns to “warm”, wait for 10 minutes. Repeat the “cook” and “warm” process another 3 times for a total of 4 “cook” and “warm” cycles.
  7. Open the rice cooker lid, and test if the cake is done by inserting a toothpick into the cake. If the toothpick comes out clean, it is done. If not, repeat the “cook” and “warm” cycle again until the cake is done.
  8. Remove the rice cooker pot, cover the pot with a plate wider than the pot opening, flip upside down and the cake should drop onto the plate.
  9. Lightly brush the top of the cake with the reserved liquid from cooking the apples. This will give the cake a glossy look, and more importantly, it will stay moist even the day after (if it lasts that long).

Bolu kukus Ketan Hitam Ncc

6Butir telur
200Gr gula pasir
1/2 Sdt garaam
350Gr tepung ketan(Aku pake 200gr tepung ketan+150gr tepung terigu)
1Sdt cake emulsifier(Aku pake ovalet)
150ml minyak sayur
200Ml Santan Kara(Aku pake yg ukuran 150ml+Air sampai pas 200ml)Caranya:
-Kocok telur+gula+Garam hingga kaku berwarna Putih( Dengan speed tinggi)
-Masukan tepung perlahan2 dengan speed paling rendah.Campurkan santan+minyak sayur.Aduk dgn spatula
-Masukan adonan 3/4 ke dalam loyang
(Aku pake Wadah Lunch box bisa sampai 2x ngukus).
-Sebelum d kukus adonan d dihilangkan gelembung2 busanya dgn cara dbanting2 tp pelan ke lantai.
-Kukus dengan uap panas&api sedang 25-35menit

Puding Telur Ceplok

Bahan I:
200 gram labu kuning, dikukus, dihaluskan
300 ml santan
50 gram gula pasir
1/4 sdt garam
1 bks (7 gr) agar-agar bubuk plain

Bahan II:
500 susu cair
125 gr gula pasir
1/2 bks agar-agar bubuk
1/2 bks jeli bubuk
1/4 sdt garam

Cara Membuat:

1. Campur dan aduk bahan I kecuali labu. Rebus hingga mendidih, masukkan labu, aduk, matikan api. Tuang ke dalam cetakan kue cubit. Dinginkan sampai beku.
2. Campur dan aduk bahan II. Rebus hingga mendidih, matikan api. Sisihkan.
3. Lepaskan puding yg dicetak dalam cetakan kue cubit. Taruh ke dalam tatakan gelas atau wajan telur ceplok. Letakkan terbalik, bagian pantat di atas. Tuang adonan puding putih (bahanII) ke dalam mangkok lalu dinginkan hingga beku.

Lebih lengkap step by step (plus foto) ada di sini: http://nyonyasutisna.blogspot.com/2013/06/puding-telur-ceplok.html?showComment=1370849903066#c7848491077228011042

Puding roti buah

* courtesy of Adinda Aulianova Wicaksono*
sumber milis mpasirumahan n MKH Network

Bahan:
1. 2lembar roti tawar buang kulit, potong kotak2
2. Potong kotak2 1/2 apel, 1/2 pisang raja (saya pake pisang ambon)
3. 1telur ukuran besar, kocok lepas
4. 200ml uht
5. Keju parut
6. Kayu manis parut

Cara:
Susun buah dan potongan roti tawar dalam pyrexi 
Siram dengan campuran telur dan uht.
Taburi kayu manis dan keju parut.
Kukus 20menit.

Disajikan dingin lebih nikmat 

BOLABOLA UBI SALJU

BAHAN :

1 kg ubi

5 sdm tepung tapioka

keju potong kotak kecil kecil

tepung terigu

minyak goreng

gula halus

CARA MEMBUAT :

1 kg ubi kupas, cuci bersih potong potong lalu kukus hingga empuk dan hancurkan sampai alussssss bener, kemudian tambahkan kurang lebih 5 sdm tepung tapioka uleni sampai tercampur rata.., sisihkan ..

potong potong kotak keju, ambil adonan ubi isikan kedalam nya keju lalu bulatkan , kemudian gulirkan bulatan bulatan bola bola ubi ke dalam tepung terigu , panaskan minyak dalam wajan.. goreng satu persatu bulatan bola bola ubi tadi , biarkan dingin..

PENYELESAIAN :

tusukkan bola bola ubi ke dalam tusukan sate dst sampai habis, taburkan gula halus diatasnya …

siap dinikmati…

copaste from: http://masakbagus.com/2014/01/bolabola-ubi-salju/

Perkembangan Psikososial Anak: DOs & DON’Ts (copaste dari RFC)

Teori perkembangan psikososial diajukan oleh Erik H. Erikson, salah seorang pelopor psikologi perkembangan. Ini memang teori ‘tua’, tapi dari berbagai kasus yang saya tangani, relevansinya masih cukup tinggi. Dalam setiap tahap perkembangan anak (kita batasi hingga usia 18 tahun), ada kejadian-kejadian penting yang perlu kita sikapi sesuai dengan dinamikanya masing-masing. Sebagai orang tua, hendaknya kita meminimalisasi kemungkinan ‘salah langkah’. Berikut adalah tahap-tahap perkembangan psikososial beserta panduan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengoptimalkannya (DOs) dan yang perlu dihindari (DON’Ts).

Trust vs Mistrust (0-18 bulan)
Anak belajar mengenali orang-orang di sekitarnya dan mulai membangun kelekatan. Dalam periode ini, pengalaman proses feeding menjadi sangat penting.
DO: Bersikap responsif, menunjukkan penerimaan yg tulus, dan konsisten membangun kedekatan. >> Membantu anak utk mempunyai kepercayaan trhadap orang lain
DON’T: Inkonsistensi dan penolakan oleh orang tua/pengasuh. >> Menimbulkan rasa ‘insecure’ (merasa tidak aman) pada anak, anak jadi cemas, sulit adaptasi, dan sangat rewel

Autonomy vs Shame (18-36 bulan)
Anak belajar mandiri karena kontrol atas aktivitas tubuhnya telah ia kuasai (sudah bisa berjalan, lari, bicara, dsb.). Toilet training menjadi titik kritis fase ini.
DO: Mendukung kemandirian dan awasi aktivitasnya agar anak pun tetap merasa didampingi. Apresiasi pilihan-pilihannya. >> Membentuk kepercayaan diri
DON’T: Bersikap overprotektif dan banyak melarang. >> Anak menjadi peragu, self-limiting (membatasi diri), dan tidak percaya diri

Initiative vs Guilt (3-6 tahun)
Anak belajar ‘mengatur’, meng-organize, dan memegang kendali atas hal-hal di sekitarnya. Ini adalah masa-masa eksplorasi bagi anak.
DO: Mendukung kemandirian anak untuk membuat keputusan, menentukan pilihan, mengajukan ide/pendapat, dan mengambil tindakan untuk mengatasi masalahnya sendiri. >> Memupuk asertivitas dan kepemimpinan
DON’T: Membatasi pilihan-pilihan anak, atau sebaliknya, terlalu memaksa anak untuk mengekspresikan sesuatu atau mengambi tindakan yang diluar kehendaknya, terlalu banyak mengkritik. >> Menumbuhkan sifat mudah merasa bersalah, peragu, dan kurang berinisiatif

Industry vs Inferiority (6-12 tahun)
Anak belajar membangun kebanggaan atas dirinya sendiri. Pengalaman bersekolah akan mengisi sebagian besar waktunya.
DO: Mengapresiasi pencapaian anak dan mendorong anak untuk belajar hal-hal baru. >> Memupuk keyakinan diri, terutama keyakinan untuk berprestasi, karena ia merasa mampu dan kompeten.
DON’T: Banyak mengkritik, banyak membandingkan anak dengan anak lainnya, kurang me-reward ataupun memberi pengakuan atas pencapaian anak. >> Membuat anak merasa ‘kurang’ dari orang-orang lain dan anak pun tidak termotivasi untuk mencapai target (karena merasa tidak mampu mencapainya)

Identity vs Confusion (12-18 tahun)
Anak belajar untuk membangun image dan identitasnya sendiri di tengah lingkungan sosial, bergabung dalam peergroup, dan mulai merencanakan masa depannya. Pengalaman relasi sosial mewarnai dinamikanya pada fase ini.
DO: Mendukung dan mengarahkan minatnya, memantau peergroup/kelompok sepergaulannya (tapi bukan mengekang), diskusi tentang nilai2 yg ia yakini >> Membentuk karakter yg matang
DON’T: Memaksakan minat tertentu, kurang mengapresiasi keunikan anak, membatasi pergaulannya dengan sangat ketat >> Kebingungan identitas, perilaku konformitas yang yang tidak sehat (suka ikut-ikutan), kekakuan dalam hubungan sosial

Menjadi orang tua adalah proses belajar, dan mempelajari setiap tahap perkembangan anak akan membantu kita untuk lebih mengenali & memahami dinamika perilakunya. Semoga mudah dipahami… 🙂

————–

By:
Widya S. Sari, M.Psi
RSUP Fatmawati
Jakarta Selatan